July 09, 2019

Novel The Eternal One - Prolog

Novel The Eternal One - Prolog



Penulis : Sai Kuze


Prolog


Di kegelapan malam yang sunyi pada distrik pertokoan yang hanya tersinari cahaya rembulan, kesunyian pada distrik pertokoan itu layaknya sebuah kota mati.

Tidak ada jendela yang terlihat memancarkan cahaya, bahkan semua kristal lampu jalananpun tidak ada yang memancarkan sinarnya.

Pada suasana mencekam di distrik itu terlihat siluet perempuan berlari dengan seluruh kekuatan yang dia punya.
Read More

The Eternal One

Novel The Eternal One
Pic Nyolong dari Google



Judul : The Eternal One
Penulis : Sai Kuze | [ Wattpad ]
Ilustrasi : (yang bersedia weh)
Genre : Isekai, OP MC, Gangbang, Rape, menyusul
Sinopsi: 
Menyusul.

 
Read More

March 17, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 61 - Selanjutnya

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 61 - Selanjutnya




Chapter 61 - Selanjutnya


Saat ini Tomoe dan Mio berada di depanku. Disini juga ada Shiki, Eldwarf, Ema, Kapten Lizard dan Arke.

Ketika aku menyebutkan Shiki, yang kumaksud itu Lich. Sesampainya aku kembali kesini, aku memberikannya nama hewan peliharan yang cocok untuknya karena daritadi dia menunggu dengan cemas di depan gerbang kabut terdekat.

Nama Shiki disini bukanlah yang bermakna kematian, oke? Bukan juga Shiki yang berarti upacara. Shiki yang kumaksud yaitu dari pengetahuan.
(TL Note: Pengetahuan ditulis Chishiki nah akhirannya yang diambil)
Read More

March 03, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 60 - Balas Dendam

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 60 - Balas Dendam



Chapter 60 - Balas Dendam


"Ini ... Tsige? Apakah aku... kembali?"


Suara seorang wanita.


"A ... A ha! Aku sudah selamat! Udara ini, aroma ini, tak diragukan lagi! Ini Tsige!"


Pada saat itu, aku menemukan gadis itu.

Di tempat yang aku ikuti, aku menemukannya.

Di sebuah gang sempit tanpa kehadiran orang lain.
Read More

February 12, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 59 - Sesuatu yang Tidak Bisa Didapat Kembali

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 59 - Sesuatu yang Tidak Bisa Didapat Kembali



Chapter 59 - Sesuatu yang Tidak Bisa Didapat Kembali


Sisa-sisa kekuatan sihir yang dahsyat menghampiri lokasi kami seperti embusan angin yang tiba-tiba. Ada apa ini?!

Tidak, tidak mungkin. Ini mungkinah…


"Kekuatan ... sihirku?" (Makoto)
Read More

February 05, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 58 - Perjanjian Ketiga

Chapter 58 - Perjanjian Ketiga


Lich.

Sebagai undead, dia merupakan eksistensi peringkat tertinggi. Kekuatannya sepenuhnya tergantung pada individu itu sendiri. Tetapi walaupun termasuk kelas tertinggi mereka masih jauh dari mencapai setingkat naga superior.

Apa yang ingin aku katakan adalah ...

Jika dia membuat perjanjian denganku, itu akan menjadi perjanjian yang 10 kali lebih rendah dari mereka berdua, "perjanjian kendali penuh" yang akan menghubungkan kami bersama.

Kasarnya bisa dibilang, dia akan diserap dan bahkan keberadaannya tidak akan disisakan. Aku tak mau itu, tetapi Lich ini juga cukup menyedihkan. Karena dia telah diejek-ejek oleh Tomoe dan Mio.

Gadis-gadis itu berkumpul dan mengatakan mereka tidak ingin "diriku" tercampuri oleh ketidakmurnian. Hingga disebut ketidakmurnian, aku bahkan tidak bisa mengukur gimana perasaannya.

Karena dia bahkan dengan kemampuannya sendiri tidak bisa membuat hubungan master dan budak denganku, aku berpikir bahwa dasar untuk menjalin hubungan master dan pelayan tidak mungkin terjadi dengan sendirinya.

Aku tidak tahu maksud dari Tomoe yang mengatakan tentang uji drum, tapi mungkin dia sudah mempunyai rencana yang bagus untuk memecahkan kebuntuan ini.


"Mngh, seperti yang diharapkan, sepertinya ini akan sulit ya ..." (Tomoe)

“Bahkan jika kita menyebutnya peringkat tertinggi, itu tidak mengubah fakta bahwa dirinya adalah undead. Kekuatan sihir yang terbukti sebagai sumber hidupnya juga sedikit sekali.” (Mio)


Bahkan Mio telah meremehkan kekuatan sihirnya, Lich pasti merasakan perasaan putusasa dari perkataan Mio. Dia menuruni kursinya dan bersujud. Keahlian terbesarnya adalah kemampuan pembuatan pil ramuannya. Yah tidak mengejutkan sih.

Bagaimana mengatakannya ya, aku merasa seperti sedang melihat diriku di masa lalu. Kejadian yang tak bisa aku lupakan ketika masa-masa sekolah dasar, saat aku mengikuti lomba lari di kompetisi maraton, itu membuatku tersentuh dan mengingat reaksi orang-orang di sekitar. Ya, itu benar-benar memukulku.
(TL Note: Disini Makoto mengalami kejadian memalukan, mungkin?)

Setelah Tomoe meyakinkan (mungkin dicuci otak?) Lich.

Kami sekarang berada di tengah-tengah percobaan apakah aku dan Lich dapat membuat perjanjian. Bahkan jika orang itu sendiri bersedia, itu tidak berarti masalahnya telah terpecahkan.

Tempatnya masih di kamarku. Waktu sudah cukup berlalu dan sekarang sudah larut malam. Kemungkinan besar ini sudah waktunya seseorang akan tidur nyenyak. Aku terlahir di era hiburan jadi aku tidak begitu rentan terhadap rasa kantuk, tetapi di dunia ini, terutama ras di gurun ini, keseharian mereka adalah tidur awal bangun lebih awal.

Di dalam formasi sihir untuk perjanjian teradapat Lich dan aku.

Pada saat kami mulai mencari-cari solusi, Lich sangat gembira tetapi ... penampilannya ketika dia dipandang rendah karena sangat lemah sehingga rasanya seperti dia bisa saja nangis lalu pulang kerumahnya. Tomoe dan Mio juga, mereka berusaha menunjukkan hierarki dengan jelas sehingga membuatku berpikir mereka hanya ingin membully si Lich.

Di luar formasi, Tomoe dan Mio berbicara tanpa menahan perkataan mereka sama sekali.


"Waka, bisakah Waka melemahkan kekuatan anda sendiri?" (Tomoe)


Hm Apakah dia mengacu pada [ Sakai ]?

Melemahkannya ya. Yah nggak berarti juga sih, tetapi aku bisa melakukannya.

Melemahkan musuh, artinya, waktu ketika aku menggunakannya dan memberikannya efek mirip seperti debuff.

Efek yang aku berikan pada [ Sakai ] selalu mempengaruhiku juga. Selain itu, debuffnya hanya aktif denganku sebagai pusat. Ketika aku dalam keadaan sadar, aku bisa mengaktifkannya dalam bentuk bola, tetapi ketika aku tidak memikirkan apa-apa dan mengaktifkannya, akhirnya berbentuk kubah. Jika aku mencoba membuatnya lebih kecil, hasilnya hanya tubuhkulah yang terbungkus.

Aku pikir jika aku menggunakan sesuatu seperti fire atau blizzard, aku mungkin berakhir bunuh diri. Aku belum mencobanya. Itu sebabnya, aku jelas tidak bisa mengatakannya dengan pasti.

Pada saat aku mencobanya dengan orc, aku tidak menggunakannya, tetapi saat ini aku dapat memberikan efek penguatan dan penyembuhan. Dan lagi, ini kutemukan secara kebetulan.

Jika aku tidak mencoba beberapa hal saat ini untuk memahami kekuatanku sendiri, aku mungkin akan menggali kuburanku sendiri. Lebih baik menambah jumlah hal yang bisa aku lakukan. Tetapi aku merasa jika aku memikirkan efek jangka panjangnya, berbagai hal yang dapat aku coba akan menyempit.
(TL Note: Bisa ketauan Dewi)


“Ya, aku bisa melakukannya. Itu nggak terlalu berguna juga sih jadi aku belum pernah mencobanya, tapi aku bisa melakukannya.” (Makoto)

"Kalau begitu, tolong lakukan itu. Aku akan membuat formasi perjanjian sekali lagi.” (Tomoe)


Tomoe, dengan bantuan Mio, menuangkan energi ke dalam formasi sihir sekali lagi.

Di ruang antara Lich dan diriku, pilar cahaya naik dan berubah warna. Cahaya yang terus berubah warna itu berubah sekali lagi.

Coklat muda. Warna yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Warna Tomoe dan Mio merah.

Merah adalah hubungan penguasaan, Tomoe mengatakan bahwa hubungan itu saja sudah sangat 'wah'. Lalu apakah itu berarti coklat muda tidak bagus?


"Warna tanah ya. Lebih rendah dari perbudakan. Jika dia menjadi boneka tanpa kesadaran diri, tidak ada gunanya memiliki kerangka ini.” (Tomoe)


Perbudakan. Jika aku ingat dengan benar, itu akan menghancurkan dirinya sendiri dan menjadikan orang itu hanya sebagai boneka yang mengikuti perintah. Tentu saja, kami tidak perlu sesuatu yang seperti itu.


“Tomoe-san, bukankah ini tidak mungkin? Jika kau ingin menjadikan mahluk itu sebagai pelayan Waka bagaimanapun caranya, bukankah akan lebih cepat untuk mencobanya dan melatihnya?" (Mio)


Apa yang kau maksud dengan mencoba? Pelatihan seperti apa yang kau rencanakan? Juga, jangan katakan "hal itu".


“Oi Mio, jangan ngomong begitu. Aku punya rencana kecil.” (Tomoe)


Sembari mengatakan itu, apa yang dia ambil dari saku dadanya adalah ... itu ?!


"Bukankah itu cincin Waka-sama?!" (Mio)

"Umu! Selain itu, ini adalah produk yang telah lolos pengujian. Oke, Mio ...” (Tomoe)


Wadaw! Itu cincin yang menyerap kekuatan sihirku sampai batasnya. Memangnya dia punya berapa lagi?

Aku tidak tahu apa yang dia maksud dengan "selain itu".

Sepertinya mereka berdua melakukan pembicaraan rahasia karena terlihat saling membisikan sesuatu.

Perkataan Tomoe membuat wajah Mio menjadi terkejut. Tapi mungkin itu karena dia setuju, atau karena dia mengerti, dia mengangguk dan suasana sekitar menjadi agak sunyi.

Mio juga memiliki banyak keterampilan dalam genggamannya kan. Bisa mengerti hanya dengan insting, jenius sekali dirinya.

Ketika cahaya berwarna tanah menetap dan pilar cahaya menghilang, Tomoe masuk.

Dan kemudian dia perlahan memberikan cincin itu pada Lich.


“Tanya-tanyanya nanti saja-ja. Oke, kenakan ke 13 cincin yang kuberikan padamu.” (Tomoe)


13 katanya, jumlah yang tidak menyenangkan.


“Memakai ini? Diriku hanya memiliki sepuluh jari?" (Lich)

"Aku tidak peduli di mana kau memakainya, selama kau memakai itu semua di tubuhmu maka semua itu tidak masalah. Sekarang, cepat dan lakukanlah. Tau nggak, ini lebih mudah daripada melompat ke dalam lapisan dunia?” (Tomoe)

"... Aku mengerti" (Lich)


Lich melakukan apa yang diperintahkan dan mulai memakainya. Sepertinya tidak ada perbedaan. Ketika dia memakainya satu, bahkan tidak ada tanda-tanda dia kesakitan.

Yah, itu adalah cincin yang sudah menyerap hingga batasnya. Itu sudah dalam keadaan berbahaya sehingga mereka mengatakan kepadaku untuk tidak menggunakannya lagi dan memberikan yang baru tetapi, apa yang akan terjadi jika kekuatan alat sihir melampaui apa yang dapat diserapnya?

Setidaknya Lich tidak mengering begitu dia memakai cincinnya, jadi untuk saat ini aku lega.

Ketika kami mengkonfirmasi bahwa Lich telah memakai semuanya, Tomoe sekali lagi berjalan ke luar.

Sekali lagi mereka berdua melanjutkan aria yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu dan perjanjian dimulai.

Tidak, bukan itu. Tomoe merupakan orang yang bertanggung jawab atas mantra perjanjian dan aku merasa Mio melakukan sesuatu pada Lich.

Pilar cahaya muncul sekali lagi.

Tapi warna itu ... merah. Tidak mungkin!


“Sukses-ja! Warnanya merah-ja zo! "(Tomoe)

“... Tomoe-san? Memalsukan kekuatan sihir merupakan sesuatu yang belum kita mengerti dan juga sulit-desu, jadi tolong berkonsentrasilah untuk menyelesaikan ini sebelum merayakannya.” (Mio)


Jika itu adalah sesuatu yang kau tidak mengerti, lalu bagaimana kau melakukannya?! Itu sesuatu yang aku pasti tidak bisa lakukan!


"Aku tahu itu. Waka, kita akan memulai perjanjiannya. Tidak apa-apa kan, Lich?" (Tomoe)


Memalsukan kata mereka, maksudnya kamuflase? Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan untuk menipu perjanjian itu tetapi ... itu bukan sesuatu yang kau lakukan dengan sembarangan!

Spesifikasi Tomoe dan Mio menakutkan. Apa jangan-jangan, mereka berdua juga memiliki jiwa mad scientist?

Sepertinya mereka melakukan doping yang cukup berlebihan dan berhasil ?!

Intuisi atau sebuah kehokian semata. Mengapa para pelayanku orangnya gini-gini amat? Aku merasa saat-saat di mana aku dapat mengejutkan mereka dengan pengetahuan modernku sudah tidak bisa bertahan lama lagi.


"... Apakah tidak apa-apa bagiku untuk diterima sebagai pelayan, Makoto-dono?" (Lich)


Sepertinya kerangka ini sejak awal tidak keberatan menjadi pelayanku.

Mungkin itu efek dari Tomoe yang membuatnya putus asa dan kemudian mengangkatnya sedikit. Setelah itu dia menjelaskan tentang diriku, dan sepertinya Tomoe tidak mempunyai niat untuk membiarkannya melarikan diri.

Meskipun ketegangannya cukup rendah. Aku agak mengerti perasaanmu.


“Jangan khawatir, aku sebenarnya saat ini sedang menginginkan pelayan pria. Kau ini kerangka yang bertalenta kan? Aku mengharapkan banyak darimu. Ahahaha.” (Makoto)


Aku yang sekarang seperti apa yang mereka sebut sebagai, menunggangi arus.

Cahaya merah mulai menyelimuti semua bagian dalam formasi.

Setelah percakapan singkat antara Lich dan diriku, kami tetap diam dan berdiri tegak.

Sekejap kemudian, aku bisa mengetahui ada hubungan yang jelas antara kami. Perjanjian telah selesai ya.

Menjadi yang ketiga, aku sudah terbiasa, atau lebih tepatnya aku sudah lebih kalem dengan hal seperti ini.

Cahaya yang menyilaukan perlahan menghilang.

Yang tersisa, tentu saja, aku dan Li ... ch?

Tomoe dan Mio seharusnya masih terlihat sama seperti sebelumnya, tapi...

Yang ada di depanku adalah ...

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 58 - Perjanjian Ketiga


Rambut berwarna merah gelap yang tergerai sampai punggungnya, dan dengan mata berwarna gelap yang sama dengan milikku, dia menatapku.
Read More

February 03, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 57 - Berbicara dengan Undead ~ Bagian 2 ~

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 57 - Berbicara dengan Undead ~ Bagian 2 ~



Chapter 57 - Berbicara dengan Undead ~ Bagian 2 ~


Sekarang, negosiasi macam apa yang akan dilakukan Tomoe pada Lich?


"Terima kasih. Hei kerangka yang di sana, tidak, mungkin aku harus memanggilmu Lich. Kau ingin mengetahui tentang para graunt kan? Singkatnya ... bukankah itu berarti kau mengetahui sisi lain dunia?" (Tomoe)
Read More

January 27, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 56 - Berbicara dengan Undead ~ Bagian 1 ~

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 56 - Berbicara dengan Undead ~ Bagian 1 ~


Chapter 56 - Berbicara dengan Undead ~ Bagian 1 ~


"Yah, pertama, mari kita duduk. Kau mungkin sudah sedikit lebih mendingan, kan?" (Makoto)


Bagaimanapun juga kekuatan sihir bisa pulih ketika kau beristirahat. Aku hanya membuat darkness memakan kekuatan sihirnya. Aku tidak menyegel regenerasi kekuatan sihirnya.

Read More

January 11, 2019

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 55 - Refleksi

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Bahasa Indonesia Chapter 55 - Refleksi


Chapter 55 - Refleksi


Seperti yang bisa diduga, Tomoe telah berencana untuk mengundang ras ogre hutan ke Asora.

Tetapi aku tidak bisa menyetujuinya.

Saat ini, pria itu adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan itu, tetapi setelah menerimanya kedalam Asora dan dilatih Tomoe dan mini Tomoe, aku merasa mereka akan saling membangunkan satu sama lain.
Read More